Mengubah cara Anda memegang raket squash sangat penting untuk bermain lebih baik. Pegangan yang Anda gunakan pada raket dapat memengaruhi cara Anda memukul bola. Memiliki pegangan yang kuat memungkinkan Anda memukul bola dengan lebih baik. Itu sebabnya, memiliki pegangan yang nyaman di tangan sangat penting untuk ditemukan.
Perhatikan ukuran tangan Anda ketika memilih pegangan untuk raket squash Anda. Namun, Anda menginginkan grip pemukul pegangan yang terasa nyaman dan aman. Jika terlalu besar atau terlalu kecil, itu bisa sulit mengontrol raket. Selain itu, pertimbangkan bahan dari mana pegangan dibuat. Karet hanyalah salah satu dari banyak bahan yang digunakan untuk membuat pegangan. Cobalah berbagai jenis pegangan untuk menemukan teknik optimal bagi Anda.

Itulah di mana beberapa pemain meleset ketika mereka memegang raket mereka. Salah satu kesalahan adalah memegangnya terlalu erat. Jika kamu memegangnya terlalu kuat, itu akan membatasi gerakan pergelangan tangan dan lenganmu, yang memengaruhi cara kamu memukul. Kesalahan kedua adalah memegangnya terlalu longgar. Jika kamu memegangnya terlalu lembut, kamu tidak akan bisa menguasai kontrol bola. Kamu harus menemukan keseimbangan yang baik antara memegangnya cukup erat agar tidak meluncur ke atas tetapi tetap bisa menggerakkan pergelangan tanganmu dengan cukup.

Pegangan yang kuat benar-benar sangat membantu dalam permainan squash. Latihan Lengan & Pergelangan Tangan — Salah satu cara untuk meningkatkan peganganmu adalah dengan memperkuat lengan dan pergelangan tanganku. Peras bola stres, atau gunakan penguat pegangan. Kamu juga bisa berlatih memegang raket saat bermain. Fokuslah pada cara memegangnya dengan benar agar kamu tidak menjatuhkannya. Semakin banyak kamu berlatih, semakin kuat genggamanmu.

Overgrip adalah lapisan tipis yang bisa kamu bungkus di sekitar peganganmu pegangan raket bulu tangkis . Permukaan yang kasar membantu menyerap keringat dari tangan Anda, sehingga memberikan pegangan yang lebih baik. Menggunakan overgrip juga bisa terasa lebih nyaman di tangan. Mereka tersedia dalam berbagai macam warna dan ketebalan, sehingga Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Coba satu dan lihat bagaimana dampaknya pada permainan Anda.
PANTECH telah memproduksi grip tambahan selama lebih dari 25 tahun sejak awal berdirinya. Kami memiliki sertifikat ISO9001, BSCI, grip raket squash ROSH, dan SGS. Kami memiliki reputasi baik dalam penjualan ke seluruh kota dan provinsi di Tiongkok. Produk kami didistribusikan ke pelanggan di negara-negara dan wilayah seperti Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Spanyol, Inggris, Swedia, Italia, India, Indonesia, dan Singapura. Selain itu, kami telah menjalin kerja sama selama bertahun-tahun dengan banyak merek besar.
Grip tambahan buatan kami tersedia dalam berbagai desain, termasuk teknik embossing, finishing tape, grip raket squash, serta jahitan pada grip tambahan tersebut. Grip tambahan ini berlubang (perforated), kemudian dilengkapi tulang EVA dengan menambahkan tulang karet dan kertas berwarna. Untuk ukuran panjang/lebar/tebal, kami juga dapat memproduksinya sesuai kebutuhan Anda. Grip tambahan yang kami tawarkan dirancang agar cocok dipasang pada semua jenis raket, termasuk raket tenis.
Pantech memiliki lebih dari 25 paten yang mencakup berbagai produk, termasuk grip raket squash. Kami terus mengikuti tren global, melakukan berbagai penelitian serta pengujian, dan menciptakan overgrip dengan sentuhan yang nyaman, performa anti-slip terbaik, serta rasa lengket yang luar biasa.
Dengan terus memperkenalkan teknologi dan peralatan terbaru, serta mempekerjakan tenaga kerja terampil, kapasitas produksi kami untuk grip raket squash mencapai 2 juta unit per bulan. Pabrik bahan baku kami telah beroperasi selama lebih dari 25 tahun dan menjalin kerja sama luas dengan berbagai merek, serta didukung tim penjualan yang sangat kompeten. Kami menjamin kualitas produk kami sepenuhnya, serta layanan purna jual selama tujuh hari dalam seminggu—dua puluh empat jam sehari—yang dijamin 100% demi keuntungan pelanggan kami.
Mari Mulai